JELANG RAMADAN, TIM GABUNGAN CILACAP GARUK 15 PASANGAN MESUM DI KOS-KOSAN DAN HOTEL
Suburjagat.com | Cilacap, – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap bersama tim gabungan menggelar operasi penertiban besar-besaran bertajuk “Grebegan” di sejumlah rumah kos dan hotel di wilayah Kabupaten Cilacap.

Operasi yang berlangsung selama dua hari, mulai Minggu (15/2/2026) hingga Senin (16/2/2026), berhasil mengamankan sedikitnya 15 pasangan bukan suami istri.
Kepala Satpol PP Kabupaten Cilacap Rohman M.Si, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Cipta Kondisi menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Tim gabungan yang terlibat terdiri dari unsur Satpol PP, Polresta Cilacap, Kodim 0703 Cilacap, serta Polisi Militer (Subdenpom).
Operasi Penertiban dimulai pada Minggu malam pukul 23.00 WIB dengan menyisir wilayah Kecamatan Kroya dan Cilacap Kota. Di hari pertama, petugas berhasil menjaring 7 pasangan dari kedua lokasi tersebut.
Penyisiran dilanjutkan pada hari kedua, Senin (16/2/2026), menyasar wilayah Cilacap Barat meliputi Kecamatan Kedungreja, Sidareja, dan Majenang. Dari hasil penyisiran di titik-titik tersebut, petugas kembali mengamankan pasangan muda-mudi yang tidak dapat menunjukkan bukti pernikahan yang sah:
Kecamatan Kedungreja: 4 pasangan
Kecamatan Sidareja: 3 pasangan
Kecamatan Majenang: 1 pasangan (meski mengaku nikah siri, tetap dibawa untuk pembinaan)
Proses Pembinaan
Total 15 pasangan yang terjaring kemudian digelandang ke Kantor Satpol PP Kabupaten Cilacap untuk dilakukan pendataan dan pembinaan intensif. Mereka diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
”Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan kekhusyukan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Kami ingin memastikan kos-kosan tidak disalahgunakan menjadi ajang maksiat atau prostitusi,” ujar perwakilan tim gabungan.
Apresiasi dari Masyarakat
Langkah tegas ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan organisasi profesi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Jawa Tengah.
Masyarakat berharap operasi serupa tidak hanya dilakukan menjelang Ramadan, tetapi dirutinkan demi menjaga ketertiban umum di wilayah hukum Kabupaten Cilacap.
(Red/Buyung)
