Festival Budaya Jadi Ruang Ekspresi Generasi Muda dalam Melestarikan Tradisi

0
IMG-20260324-WA0009

 

Suburjagat.com | Indramayu — Upaya pelestarian budaya terus digaungkan melalui berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda. Salah satunya tampak dalam gelaran Festival Budaya yang diselenggarakan oleh Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu di halaman Kantor Pemerintah Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (24/3/2026).

Mengusung tema “Muda berdaya, merawat warisan, menghidupkan tradisi”, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan ekspresi bagi generasi muda untuk lebih mengenal akar budaya mereka. Dekorasi panggung bernuansa tradisional dengan sentuhan modern memperkuat pesan bahwa budaya dapat terus hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Sejak awal acara, antusiasme masyarakat terlihat jelas. Berbagai kalangan hadir, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Mereka berkumpul untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan oleh para peserta. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya masih memiliki tempat di hati masyarakat, terutama ketika dikemas dengan pendekatan yang menarik dan inklusif.

Ketua Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu, Yuyun Khoerunnisa, mengatakan bahwa festival ini merupakan bentuk komitmen yayasan dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal melalui peran aktif generasi muda.

“Festival ini kami hadirkan sebagai ruang bagi anak muda untuk berdaya dan mengenal budaya. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam merawat dan menghidupkan tradisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses yang berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar nilai-nilai budaya tetap relevan di masa depan.

“Kami percaya bahwa ketika generasi muda diberi ruang dan kesempatan, mereka mampu menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan akar budaya. Inilah yang ingin kami dorong melalui festival ini,” tambahnya.

Tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, festival ini juga menjadi sarana edukasi budaya. Para peserta dan pengunjung diajak untuk memahami makna di balik tradisi yang ditampilkan, sehingga nilai-nilai budaya tidak hanya dilihat sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian penting dari jati diri bangsa.

Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, keberadaan kegiatan seperti Festival Budaya dinilai sangat penting. Modernisasi sering kali membawa perubahan gaya hidup yang membuat generasi muda semakin jauh dari tradisi. Oleh karena itu, pendekatan kreatif seperti festival ini menjadi strategi efektif untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Sejumlah pengunjung mengaku terkesan dengan penyelenggaraan acara ini. Selain menghibur, festival ini juga memberikan pengalaman baru dalam memahami budaya secara lebih dekat. “Kegiatannya seru dan membuka wawasan. Jadi lebih sadar pentingnya menjaga budaya sendiri,” ungkap salah satu pengunjung.

Yayasan Selendang Puan Dharma Ayu berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan pelaku seni, festival ini diharapkan mampu menjadi gerakan kolektif dalam menjaga dan menghidupkan kembali tradisi.

Melalui Festival Budaya ini, pesan yang ingin disampaikan menjadi jelas: masa depan budaya berada di tangan generasi muda. Dengan semangat, kreativitas, dan kepedulian, tradisi tidak hanya akan bertahan, tetapi juga berkembang seiring waktu.

(Warta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *